Nama saya Restu Nidia Sandra.
Nama "Restu" terpilih karena maknanya. kata "restu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dibagi menjadi kata banda dan kata kerja. definisi kata "restu" di kata benda adalah berkat, pengaruh dan pesona, sedangkan di kata kerja menjadi memberi berkat, memberi pengaruh dan memberi pesona, hal ini sepertinya sesuai dgn diri saya, walaupun menurut versi saya sendiri.
Nama "Nidia" diambil dari nama ayah saya, Adi Warman.menurut beliau, "Nidia" adalah versi betina dari nama "Adi" yang jantan... jadi oke sajalah.
Nama "Sandra" merupakan singkatan dari nama ibu saya yang kebaikan, kecerdasan dan kecantikannya membuat ayah saya menikahinya. Ibu saya bernama Sainem Indrawati, lalu disingkat mejadi "Sandra", "Inem"nya ilang :D.
Nama "Sandra" merupakan singkatan dari nama ibu saya yang kebaikan, kecerdasan dan kecantikannya membuat ayah saya menikahinya. Ibu saya bernama Sainem Indrawati, lalu disingkat mejadi "Sandra", "Inem"nya ilang :D.
Saya dilahirkan ke dunia ini pada tanggal 25 April 1988, dan jika saya tidak pernah memotong rambut dan kuku saya semenjak saya dilahirkan, harusnya rambut saya sudah sepanjang 3.365m, sedangkan kuku saya 8.350m.
Saya suka menggambar manga, dan hal tersebut saya jadikan alasan kenapa tulisan tangan saya teramat sangat jelek dan tidak dapat dipercaya karena bentuknya yang menyesatkan untuk dibaca (*antara gosip & fakta: sebagian besar seniman lukis memiliki tulisan tangan yang kurang bagus). Hal tersebut membuat saya cukup dikenal dilingkungan saya, dengan contoh kalimat sbb "ituloh si restu yg tulisannya jelek" atau "oh si restu, wuih jgn nyontek atau liat catetan dr dia deh, bentuk tulisannya sesat".
Setamat Sekolah Menengah Atas yg membara, saya melanjutkan studi bidang Kimia (2005) di Universitas Negeri jakarta (UNJ). Saya melewati masa kuliah dengan semangat menggebu-gebu diawal dan berdebu-debu diakhir.
Saya memiliki kata bijak yang agak sedikit berbeda dari para pembijak lain, jika yg lain bilang "carilah pekerjaan yang sesuai hobimu, agar kamu tak bosan dan selalu semangat", tapi menurut saya, seorang pekerja pasti akan menemukan titik bosan/penat pada rutinitas pekerjaannya, lalu melakukan hobinya untuk berpaling sementara dari kebosanannya, tapi jika hobinya itu sudah menjadi si rutinitas pekerjaan, maka bete-lah dia (menurut saya loh ya). jadi saya lebih cenderung memilih pekerjaan yg sesuai dengan bidang saya, minimal menyenggol dan menyerempet bidang yg saya minati dan geluti sebelumnya, lalu menjadikan hobi juga sang kekasih sebagai tempat berpaling yang aduhai.
Bukannya tidak sadar bahwa ada kata2 yang melegenda "tidak ada manusia yang sempurna", tapi saya percaya bahwa kita bisa jadi sempurna dan sebaik standar yang sudah disepakati, jadi saya cenderung kurang menyukai kalimat "inilah saya, terimalah saya apa adanya" dan "be your self". karena dengan pengartian yang salah, dua kalimat tersebut hanya akan menjadi kalimat klise pembela diri bagi orang2 malas dan kurang mau berusaha, juga akan membatasi diri untuk maju. Jadi saya lebih memilih kalimat "dont be your self, but be the best of your self" untuk memanggang dan akhirnya membakar semangat saya.
Dalam berpasangan, saya menyukai kata kata om Mario Teguh "tidak melakukan sesuatu yang disukai pasangan, dengan alasan anda tidak biasa melakukannya, itu berarti anda tidak sungguh menyayanginya". super-kan? :)
Saya memiliki banyak cita-cita, diantara cita-cita ingin menjadi penghuni surga, dokter, pilot dan artis juga profesor, saya juga bercita-cita ingin menjadi warga dunia, warga negara, anak, istri dan ibu yang baik (amin).
restu nidia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar